Bisakah Saudara Percaya?

10 Jun 2024 Spirit Blog Andrew Tanoko

Bisakah Saudara Percaya?

Markus 9:23 – “…tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.”

Versi KJV- “….kalau engkau bisa percaya, tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.”

Kita tahu bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37).

Dia bisa melakukan dengan mudah apa yang kita anggap sangat sulit.

Dia adalah spesialis dalam melakukan perkara-perkara yang mustahil bagi manusia.

Allah kita selalu bisa menolong kita, apapun masalah yang kita hadapi hari ini dan Dia selalu mau menolong kita semua.

Kalau Dia sendiri tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri tetapi menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Roma 8:32).

Allah kita bukan hanya selalu sanggup untuk menolong kita tetapi juga selalu mau, bersedia untuk menolong kita.

 

Yesus mengatakan kalau kita bisa percaya kepada Allah, maka tidak akan istilah jalan buntu dalam kehidupan kita.

Kalau hanya kita bisa percaya kepada-Nya, maka kita akan mengalami kehidupan yang supranatural.

Setiap hari bisa menjadi hari di mana mujizat-Nya terjadi.

Tubuh yang sakit bisa mengalami kesembuhan.

Yang miskin bisa menjadi makmur.

Yang depresi bisa mengalami sukacita Tuhan.

Yang lemah rohani dijadikan kuat dalam Tuhan dan kuat kuasa-Nya.

Yang bingung dan  takut mengalami damai sejahtera Kristus.

Hikmat ilahi turun atas kita sehingga kita bisa membuat keputusan yang benar.

Kehidupan yang dikotori oleh dosa bisa mengalami pengampunan dan menjadi baru.

Pernikahan yang rusak bisa menjadi pulih kembali.

Hati orang tua berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada orang tua.

 

Segala macam transformasi bisa terjadi kalau hanya kita bisa percaya kepada Allah.

Kuasa-Nya disalurkan ke dalam kehidupan kita kalau kita bisa percaya kepada-Nya.

Pertanyaannya adalah “Bisakah Kita Percaya?”

Setiap orang percaya, yaitu setiap orang yang sudah lahir baru bisa percaya.

Mungkin saudara mengatakan  “saya berharap saya memiliki iman yang menghasilkan mukjizat.”

“Saya akan berdoa kepada Allah untuk memberikan iman semacam ini kepada saya.”

 

Ada kabar baik, kita tidak perlu berdoa kepada Allah untuk memiliki iman yang menghasilkan mikjizat.

Saudara tidak perlu mencarinya dan mendoakannya.

Saudara juga tidak perlu puasa untuk mendapatkanya.

Malah saudara tidak perlu melakukan satupun perbuatan baik untuk mendapatkannya.

Saudara sebagai orang percaya sudah memiliki iman yang mampu memindahkan gunung.

 

Lihat Roma 12:3 –“…kepada setiap orang diantara kamu (setiap orang Kristen di Roma)… ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.”

Setiap orang Kristen sudah menerima suatu ukuran iman dari Allah.

Allah telah memperlengkapi setiap kita dengan ukuran iman yang sama, iman yang supranatural, iman yang datang dari Allah sendiri.

Paulus mengatakan hal yang sama di Efesus 2:8-9 …itu (kasih karunia dan iman) bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah….itu bukan hasil pekerjaanmu… 

Iman yang ilahi, iman yang dari Allah, iman yang mampu menyalurkan kuasa Allah kedalam kehidupan kita, iman semacam ini adalah pemberian Allah kepada kita anak-anak-Nya.

Iman semacam ini tidak dihasilkan oleh usaha atau kekuatan kita sendiri.

Iman yang memindahkan gunung telah kita terima dengan cuma-cuma dari Allah.

Banyak orang Kristen mengatakan – saya tidak memiliki iman.

Kalau saudara tidak memiliki iman itu berarti saudara belum diselamatkan.

Kalau saudara sudah diselamatkan itu berarti saudara sudah memiliki iman.

Paulus mengatakan bahwa kita tidak mungkin diselamatkan tanpa iman.

Lalu bagaimana Allah memberikan iman supaya kita selamat?

 

Roma 10:17 – “…iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus.”

Pada waktu kita menerima Firman-Nya, pada saat itulah iman timbul dalam hati kita.

Pada waktu kita membuka hati kita kepada Firman-Nya, pada saat itulah, Allah menanamkan suatu ukuran iman dalam hati kita.

Dengan ukuran iman itu kita menerima keselamatan dari dosa dan kematian kekal.

Dengan ukuran iman itulah, kita menjadi Kristen, pengikut Kristus.

Dengan ukuran iman itulah, kita menjadi anak-anak Allah.

 

Jadi pertanyaannya bukan apakah saya punya iman atau tidak?

Pertanyaannya adalah apakah saya sudah mengunakan ukuran iman yang Allah telah percayakan kepada saya?

Gunakan apa yang Allah telah berikan kepada saudara.

Gunakanlah imanmu.

Percayalah kepadaNya.

Iman yang memindahkan gunung adalah milik setiap anak Allah.

 

Tentang Spirit Blog 
Spirit Blog adalah pelayanan tulisan Rev. Dr. Andrew Tanoko, yang mencakup berbagai topik kothbah, seminar manual, bahan pelatihan kepemimpinan dan penelitian akademis yang sebagian besar pernah dibagikan di berbagai gereja, sekolah Alkitab, dan konteks pelayanan lainnya di berbagai negara sejak tahun 1999.