Kerinduan Hatimu
Kerinduan Hatimu
Markus 11:24 “….apa saja yang kamu minta dan doakan….”
Perhatikan satu frasa di sini, “...yang kamu minta…” Dalam versi KJV “…apa saja yang kamu rindukan…”
Yesus berbicara mengenai kerinduan hati kita pribadi, bukan apa yang dirindukan oleh teman kita, bukan apa yang dirindukan orang tua kita, bukan apa yang dirindukan gembala kita ataupun apa yang dirindukan pasangan kita. Yesus berbicara mengenai kerinduan hati kita sendiri dan Dia mengatakan bahwa kerinduan kita itu bisa menjadi kenyataan.
Kadang-kadang kalau kita berbicara mengenai kerinduan, kita menjadi sangat berhati-hati “Bagaiamana kalau apa yang saya rindukan itu tidak sesuai dengan kehendak Allah?” Jelas kita tahu bahwa Firman Allah adalah kehendak Allah. Dalam Firman-Nya kita bisa menermukan apa yang Allah rindukan terjadi dalam kehidupan kita. Bapa kita di surga mau kita merindukan apa yang Dia sendiri rindukan buat kita.
Melalui pengetahuan dan pengertian akan Firman-Nya, Dia menanamkan kerinduan-Nya dalam hati anak-Nya. Kalau Firman-Nya tertanam dan bekerja dalam kehidupan kita, maka kita akhirnya akan merindukan sesuatu yang sesuai dengan kerinduan Allah, sesuai dengan kehendak-Nya. Apa yang kita rindukan, bisa terjadi dalam realita kehidupan kita.
2 Taw 16:9 “….kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia….”
Frasa “bersungguh hati’’ mengandung arti loyal, kerinduan yang konsisten. Kita sebagai orang Kristen harus memiliki kesungguhan hati seperti ini. Kita dipanggil untuk memiliki loyalitas, kerinduan yang utuh dan konsisten terhadap Allah dan apa yang Dia telah janjikan buat kita. Tantangan hidup, pencobaan dari iblis seharusnya tidak bisa melemahkan kerinduan semacam ini. Kerinduan semacam inilah yang membuat kita kuat, berpegang teguh kepada janji-janji-Nya, apapun yang terjadi terhadap diri kita.
Yeremia 29:13 “….apabila kamu mencari Aku…..apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati….”
Hadirat-Nya nyata, kasih dan kuasa-Nya nyata dalam kehidupan kita kalau kita menginginkan Tuhan dengan segenap hati kita, bukan separuh-separuh. Beberapa orang Kristen memiliki sikap yang biasa-biasa saja di hadapan Tuhan. Beberapa menyelepelehkan Firman-Nya. Mereka memiliki sikap seperti, “ya… kalau Tuhan mau janji-Nya digenapi, maka terjadilah. Kalau tidak terjadi, ya.. tidak apa-apa.” Ini adalah sikap yang tidak benar.
Tuhan mau janji –janji-Nya digenapi dalam kehidupan kita. Dia rindu kasih-Nya, kuasa-Nya, pertolongannya nyata dalam kehidupan kita. Tetapi hati kita juga harus merindukan hal yang sama. Tuhan mau dan rindu untuk kita hidup dekat dengan-Nya. Tetapi apakah kita juga merindukan hal yang sama? Tuhan mau dan rindu untuk kita disembuhkan dari penyakit kita. Tetapi apakah kita juga merindukan kesembuhan terjadi?
Tuhan mau dan rindu untuk kita sukses dalam pekerjaan kita, diberkati secara materi. Tetapi di sisi yang lain, apakah kita juga merindukan hal sama bagi kemuliaan-Nya? Tuhan mau dan rindu untuk kita memiliki pernikahan yang bahagia dan kudus. Tetapi apakah kita juga mempunyai kerinduan yang sama? Allah ingin kita memiliki kerinduan yang kudus, konsisten dengan kehendak-Nya dan Dia rindu menjawab kerinduan itu.
Lihat Markus 10:46-52 Perhatikan pertanyaan Yesus kepadanya “…apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?…”
Yesus bertanya kepada Bartimeus, “Apa kerinduan hatimu?” Ini bukan berarti Tuhan tidak tahu kerinduan hatinya. Yesus sudah tahu dia buta dan dia perlu kesembuhan. Tetapi Yesus mau dia mengekspresikan isi hatinya kepada-Nya. Perhatikan betapa kuat dan konsisten kerinduan hati Bartimeus untuk disembuhkan oleh Yesus. Pada waktu dia mendengar bahwa Yesus sedang lewat, maka berserulah dia kepadaNya, “…Yesus Anak Daud, kasihanilah aku…” Alkitab mengatakan bahwa banyak orang yang menegor dia untuk diam. Tetapi makin ditegur, makin ditentang, makin keras seruan Bartimeus kepada Tuhan.
Kerinduan hatinya tidak bisa dibendung oleh tegoran manusia. Kerinduan hatinya untuk mengalami jamahan Tuhan tidak dihentikan oleh respon manusia disekitarnya. Dia hanya mau satu hal yaitu apapun yang terjadi, apapun hambatannya, apapun kesulitannya, dia harus menerima jamahan-Nya. Bartimeus mengatakan “…Mulai hari ini kehidupanku harus berubah, Aku tidak mau menjadi seperti ini selama-lamanya.”
Dia memiliki kerinduan yang utuh, konsisten untuk mengalami transformasi. Bagaiamana tanggapan Tuhan terhadap kerinduan semacam ini? Bagaimana Tuhan meresponi kerinduan Bartimeus – lihat ayat 52 – “…lalu kata Yesus kepadanya….imanmu telah menyelamatkan (menyembuhkan) engkau…..”
Disini kita melihat bahwa iman yang kuat sangat berhubungan dengan kerinduan yang kuat. Orang yang beriman kepada Allah, adalah orang yang merindukan Allah dan apa Dia telah sediakan baginya. Orang seperti ini tidak gampang putus asa. Dia akan maju terus bersama dengan Tuhan, meskipun banyak halangan. Dia adalah orang yang fokus kepada Allah dan Firman-Nya. Karena dia memiliki iman yang hidup, maka dia memiliki kerinduan yang hidup dan terus hidup, apapun yang terjadi dalam kehidupannya, sampai janji Tuhan menjadi realita. Sejak hari itu, nasib Bartimeus berubah 180 derajat. Kerinduan hatinya dijawab oleh Tuhan dan dia menjadi pengikut Tuhan.
Apa yang saudara rindukan hari ini? Apakah kerinduan itu sesuai dengan Firman-Nya? Kalau ya, jangan lepaskan kerinduan itu. Tetaplah beriman kepada-Nya, berpegang teguh kepada janji-Nya, maka transformasi akan menjadi milik saudara.
Tentang Spirit Blog
Spirit Blog adalah pelayanan tulisan Rev. Dr. Andrew Tanoko, yang mencakup berbagai topik kothbah, seminar manual, bahan pelatihan kepemimpinan dan penelitian akademis yang sebagian besar pernah dibagikan di berbagai gereja, sekolah Alkitab, dan konteks pelayanan lainnya di berbagai negara sejak tahun 1999.
Categories
Popular Posts