Iman adalah Suatu Tindakan

27 Aug 2024 Spirit Blog Andrew Tanoko

Iman adalah Suatu Tindakan

Yakobus 1:22 “…hendaklah kamu menjadi pelaku Firman…”

Iman adalah sesuatu yang hidup karena iman datangnya dari Allah yang hidup. Allah berfirman kepada kita dan kita menerima Firman-Nya dalam hati kita, maka iman timbul dalam hati kita. Tetapi iman yang hidup adalah iman yang disertai perbuatan-perbuatan seperti tertulis di dalam Yakobus 2:17.

Iman yang hidup selalu melahirkan suatu tindakan. Iman yang hidup bergerak, namun bukan berarti iman yang sembarangan bertindak atau sembarangan bergerak. Iman hanya bergerak berdasarkan Firman Allah. Orang yang beriman adalah orang yang bertindak sesuai dengan Firman Allah. Dia adalah pelaku Firman yang dia dengar.

Bagaimana kita bisa menjadi pelaku Firman?

Pertama, tidak ada yang lebih benar daripada Firman Allah.

Mazmur 119:160 “…dasar Firman-Mu adalah kebenaran…” dalam versi KJV – “Firman-Mu adalah benar sejak mula-mula…”

Sakit penyakit kita mungkin benar dan nyata dalam kehidupan kita.  Tetapi 1 Petrus 2:24 juga benar dan nyata dalam kehidupan kita yang mengatakan bahwa oleh bilur-bilur-Nya, kita telah sembuh. Malah kebenaran yang pertama yang berhubungan dengan situasi kita bisa berubah, jika kita menerima Firman di 1 Petrus 2:24 dalam hati kita.

Masalah ekonomi kita benar dan nyata dalam kehidupan kita. Tetapi Filipi 4:19 juga benar dan nyata dalam kehidupan kita yang mengatakan bahwa Allah kita menyediakan segala yang kita perlukan. Kebenaran Firman Allah adalah kebenaran yang lebih besar dari kebenaran situasi kita, apapun jenisnya, entah itu rumah tangga yang retak, tubuh yang sakit, belenggu dosa, kegagalan, depresi, tekanan emosi, dan lain sebagainya.

Firman-Nya adalah kebenaran yang kekal, sudah benar di hadapan Allah sebelum kita ada, dan yang pasti sebelum masalah-masalah kita ada. Allah mau kebenaran-Nya terjadi dalam kehidupan kita. Jadi kalau kita berpegang teguh kepada kebenaran Firman-Nya, tetap percaya kepada-Nya, maka situasi yang benar-benar kita alami akan berubah.

Satu Firman dari Allah bisa merubah seluruh kehidupan kita. Satu Firman dari Allah berkuasa menjadikan yang tidak ada, menjadi ada dalam kehidupan kita. Kita harus percaya bahwa Firman-Nya lebih benar dari situasi kita.

Artinya kalau kita sakit, kita tidak perlu terus menerus sakit lagi karena Firman-Nya mengatakan Yesus sudah menanggung sakit-penyakit kia. Kalau kita sudah lama mengalami depresi, kita tidak perlu terus menerus di dalamnya, karena Firman-Nya sudah mengatakan bahwa Dia memberikan sukacita kepada kita. Kalau kita memihak kepada kebenaran Firman-Nya dengan jalan melakukan-Nya maka kebenaran Firman-Nya akan bekerja dalam kehidupan kita menghasilkan transformasi.

Kedua, Lakukan saja, jangan ditunda-tunda lagi.

Kita perlu belajar ketaatan yang spontan, yaitu begitu mendengar dan mengerti kebenaran, kita langsung lakukan. Ketaatan yang ditunda-tunda adalah ketidaktaatan. Allah ingin kita menjadi anak-anak yang penurut, seperti tertulis dalam Efesus 5:1. Anak yang penurut adalah anak yang cepat menuruti instruktsi Bapanya.

Menyetujui kebenaran Firman Allah saja tidak cukup. Menghafalkan kebenaran Firman Allah saja tidak cukup. Kalau kita sudah mengetahuinya, kita harus mempraktekannya. Jadilah seperti Yesus, Dia adalah Anak yang penurut. Apa yang Dia lihat Bapa lakukan, Dia lakukan dengan segera. Apa yang Dia dengar Bapa katakan, Dia sampaikan dengan segera.

Jadi kalau Bapa menyampaikan 1 Yohanes 4:4 kepada saudara, maka praktekkanlah ayat itu saat itu juga. Tolaklah rasa takut akan roh jahat di dalam nama Yesus. Jangan mau lagi hidup dalam ketakutan.

Jadi kalau Bapa sudah menyampaikan 1 Petrus 5:7 kepada saudara, maka praktekkanlah itu saat itu juga. Katakan kepada Tuhan, “Aku tidak mau kuatir tentang apapun juga, aku serahkan segala kekuatiranku kepada-Mu.” Jangan mau lagi hidup dalam kekuatiran.

Jadilah pelaku-pelaku Firman bukan hanya perndengar-pendengar saja. Yakobus mengatakan bahwa orang yang sungguh-sungguh melakukannya akan berbahagia oleh perbuatannya. Lawatan Allah nyata dalam kehidupan orang yang melakukan Firman-Nya.

Tentang Spirit Blog 
Spirit Blog adalah pelayanan tulisan Rev. Dr. Andrew Tanoko, yang mencakup berbagai topik kothbah, seminar manual, bahan pelatihan kepemimpinan dan penelitian akademis yang sebagian besar pernah dibagikan di berbagai gereja, sekolah Alkitab, dan konteks pelayanan lainnya di berbagai negara sejak tahun 1999.