Iman Yang Selalu Berkembang

25 Jun 2024 Spirit Blog Andrew Tanoko

Iman Yang Selalu Berkembang

Setiap orang percaya sudah memiliki suatu ukuran iman yang sama dari Allah – Roma 12:3. Setiap orang percaya memulai perjalanan mereka dengan Tuhan dengan ukuran iman yang sama. Allah kita adalah Allah yang adil, Dia tidak memberi yang satu ukuran iman yang lebih besar dari yang lain.

Ukuran iman ini memiliki potensi untuk menyalurkan kuasa Allah ke dalam setiap aspek kehidupan kita. Allah mau ukuran iman yang kita miliki mengalami pertumbuhan yang sehat dan konsisten. Apakah ukuran iman ini akan mengalami pertumbuhan atau tidak tergantung kepada diri kita sendiri bukan Allah. Kalau kita setia mengambil waktu untuk memelihara ukuran iman ini, maka ia akan berkembang menjadi lebih besar dan kuat. Iman yang berkembang memiliki kapasitas yang lebih besar.

Lihat Matius 14:31 – “…hai orang yang kurang percaya…?

Disini kita melihat Yesus menegur Petrus karena kurang percaya – artinya iman bisa berkurang. Di Matius 8:10,  kita melihat Tuhan dibuat heran dengan iman seorang perwira. Yesus mengatakan, “…sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah aku jumpai…” Sangatlah mungkin bagi kita untuk memiliki iman yang besar yaitu iman yang membuat Tuhan kagum. Jadi iman itu bisa diukur dan Tuhan ingin iman kita senantiasa mengalami perkembangan menjadi iman yang besar.

Satu cara untuk membuat iman kita berkembang adalah memberinya makan. Roma 10:8 – “….itulah Firman iman yang kami beritakan.” Paulus menyebut Firman Allah sebagai Firman Iman, menurutnya, iman itu berasal dan bersumber dari Firman.Di ayat 17, Paulus mengatakan bahwa iman itu timbul karena pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus.

Kalau kita mau iman kita mengalami pertumbuhan yang sehat dan konsisten; kalau kita mau iman kita bertambah dalam kapasitasnya, maka kita harus pastikan bahwa iman kita tidak boleh jauh dari aliran Firman. Kita harus pastikan bahwa iman kita selalu dibasahi dengan kebenaran Firman Allah. Kita harus selalu mensuplai iman kita dengan Firman Allah. Kita harus selalu memberi iman kita makan dengan Firman Allah.

Kita selalu rajin memberi tubuh kita makan. Jarang sekali kita lupa memberi makan tubuh kita, selalu tepat waktu dan bahkan banyak. Banyak orang Kristen yang rajin dan konsisten dalam memberikan makan tubuh mereka, paling sedikit 3 kali satu hari tetapi sebaliknya mereka hanya memberi makan iman mereka satu kali satu minggu. Dan mereka heran mengapa iman mereka lemah? Sebenarnnya mereka tidak perlu heran. Apa yang mereka tabur, itu yang mereka tuai.

Kalau mereka tidak memberi makan yang cukup kepada iman mereka, mereka tidak bisa mengharapkan pertumbuhan iman yang sehat dan konsisten. Mereka tidak bisa mengharapkan iman mereka untuk memindahkan gunung dalam kehidupan mereka, menyembuhkan diabetes yang mereka alami, memberi terobosan dalam ekonomi mereka, memulihkan rumah tangga mereka, dan lainnya. Yesus mengatakan bahwa kita hidup bukan hanya dari roti saja, tetapi juga dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah – Matius 4:4

Iman harus diberi makan dengan setiap Firman yang keluar dari mulut Allah. Kalau kita ingin iman yang bertumbuh dan kuat mengenai kesembuhan ilahi, kita harus dengan konsisten memberi makan iman kita dengan Firman Allah mengenai kesembuhan. Kalau kita ingin iman yang bertumbuh dan kuat mengenai kekudusan, kita harus dengan konsisten memberi makan iman kita dengan Firman Allah mengenai kekudusan.

Kalau kita ingin iman yang bertumbuh dan kuat mengenai kemakmuran, kita harus dengan konsisten memberi makan iman kita dengan apa yang Allah katakan mengenai kemakmuran dalam Alkitab. Kalau kita ingin iman yang bertumbuh dan kuat mengenai keluarga Kristen yang harmonis kita harus dengan konsisten memberi makan iman kita dengan apa yang Allah katakan mengenai keluarga Kristen yang ideal dalam Alkitab.

Iman dimulai dan mengalami kemajuan pada saat kehendak Allah diketahui. Firman-Nya adalah kehendak-Nya. Maukah kita mengambil waktu untuk membaca dan merenungkan-Nya?

Iman kita menjadi bertambah matang, dewasa dan kuat kalau kita bertambah dalam pengetahuan dan pengertian kita akan Firman-Nya. Kalau iman kita mengalami stagnasi, itu berarti pengetahuan dan pengertian kita akan Firman-Nya juga mengalami stagnasi. Makanan iman adalah Firman Allah. Jangan lupa memberinya makan, setiap hari.

Lihat Amsal 2:5,6 – ….dari mulutunya datang pengetahuan…

Kalau kita mau iman yang selalu berkembang, kita harus selalu memperhatikan apa yang keluar dari mulut Allah. Dari mulut-Nya datang pengetahuan. Tanpa pengetahuan akan Dia, kita tidak bisa percaya kepada-Nya. Kita bisa percaya kepada-Nya karena kita tahu akan Dia, karena kita mengenal Dia. Kita mempercayai Allah sejauh pengetahuan kita akan Dia. Jadi kalau kita ingin lebih mempercayai Dia, kita harus menerima pengetahuan yang lebih tentang Dia.

Kadang-kadang kita berdoa untuk minta iman dari Tuhan. Tetapi yang kita perlukan sebenarnya adalah pengetahuan akan Firman-Nya. Pada waktu pengetahuan akan Firman-Nya masuk kedalam hati kita, maka iman timbul dalam hati kita. Ada gula, ada semut. Ada Firman dalam hati, akan timbul iman disana.

Contohnya, saya dan istri meninggalkan perkerjaan yang baik untuk pergi ke sekolah Alkitab di USA.  Pada waktu itu kami masih belum punya rumah dan mobil, hanya baju dan buku di empat koper yang kami bawa ke sana. Suatu perjalanan yang baru bagi kami berdua. Kami tidak tahu pasti apa yang ada di depan kami. Tetapi kami merasa dalam hati kami, bahwa ini adalah kehendak Tuhan. Sebelum ke USA, Tuhan sudah memberikan satu ayat kepada kami – Yes 1:19. Dan Roh Kudus mendorong saya untuk memberi makan iman saya mengenai kemakmuran – Fil 4:19; Maz 23:1; Maleakhi 3:16; 2 Kor 8dan 9.

Setelah kami selesai sekolah di USA, Tuhan mengutus kami ke Surabaya untuk mulai merintis pelayanan. Orang tua meminjamkan salah satu rumahnya kepada saya. Adik saya meminjamkan mobilnya kepada saya. Dalam memulai sesuatu, biasanya kita serba kekurangan dan sering pinjam dari orang lain. Sangat jarang sekali, saya diundang kotbah. Dan kita tahu bahwa pendeta yang jarang diundang kotbah adalah pendeta yang jarang terima amplop – berkat finansial. Secara manusiawi, kehidupan kami pada saat itu, saya, istri dan anak pertama kami adalah sangat berat.

Tetapi puji Tuhan karena Firman-Nya. Sementara kami merenungkan Firman-Nya mengenai kemakmuran, mengucapkan Firman-Nya, memuliakan Tuhan dengan Firman-Nya, memberi makan iman kami dengan Firman-Nya mengenai kemakmuran, sesuatu terjadi dalam iman kami. Tambah lama, iman kami mengenai kemakmuran tambah kuat. Tambah lama, kami makin bisa percaya bahwa Allah kami akan mencukupi segala keperluan kami menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Mukjizat ekonomi mulai terjadi.

Kami satu keluarga mulai mengalami kehidupan ekonomi yang progresif. Lebih banyak pintu pelayanan mulai dibukakan, berkat finansial datang dari saluran yang tidak pernah kita harapkan, istri mendapat pekerjaan yang baik. Tuhan membuka jalan bagi kami untuk mulai menyicil pembelian rumah sederhana di Singapore. Kita mulai membeli mobil di Surabaya. Taraf ekonomi keluarga kami perlahan-lahan mulai naik. Kami bisa membeli baju, mainan yang lumayan bagus untuk anak kami. Kami sekeluarga bisa menikmati makanan yang lebih enak dan sehat, bisa berlibur. Dan beberapa tahun kemudian, kami beli rumah yang lebih besar di Singapore.

Jadi jangan abaikan imanmu. Berilah dia makan setiap hari dengan Firman Allah. Berikanlah gizi, nutrisi, vitamin yang diperlukan untuk bertumbuh menjadi besar dan kuat. Dengan iman yang kuat kepada Allah, mukjizat bisa terjadi.

 

Tentang Spirit Blog 
Spirit Blog adalah pelayanan tulisan Rev. Dr. Andrew Tanoko, yang mencakup berbagai topik kothbah, seminar manual, bahan pelatihan kepemimpinan dan penelitian akademis yang sebagian besar pernah dibagikan di berbagai gereja, sekolah Alkitab, dan konteks pelayanan lainnya di berbagai negara sejak tahun 1999.